Tampilkan postingan dengan label azab kubur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label azab kubur. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 September 2016

Kenikmatan Yang Akan Diperoleh Para Penghuni Surga Bag 2


Satu celupan saja dari kenikmatan surga akan melupakan kita pada semua kesusahan yang pernah di rasakan di dunia. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Pada hari kiamat akan didatangkan orang yang paling banyak kenikmatan di dunia di antara penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka satu celupan, lalu ditanya: “Apakah engkau pernah melihat kebaikan dan merasakan kenikmatan?” Iapun menjawab: “Demi Allah tidak, wahai Tuhanku.” Dan akan didatangkan orang yang paling sengsara di dunia di antara penduduk surga. Lalu ia dicelupkan di surga satu celupan, lalu ditanya: “Apakah engkau pernah melihat kesengsaraan dan merasakan kesusahan?” Iapun menjawab: “Demi Allah tidak wahai Tuhanku, aku tidak pernah mengalami kesengsaraan dan tidak pernah melihat kesusahan sama sekali.” (HR. Muslim).

Yang disebut di atas hanyalah sebagian dari kenikmatan surga yang amat banyak. Mungkin sekarang anda sudah punya bayangan tentang indahnya surga. Ketahuilah bahwa semua bayangan anda itu salah. Surga jauh lebih nikmat dan indah dari apa yang bisa Anda bayangkan. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

"Allah berkata: Telah Aku siapkan untuk hamba-hambaKu yang saleh apaapa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga, dan tidak pernah terdetik di hati manusia." (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Sekarang, tidakkah anda merindukan kenikmatan ini? Semua nikmat itu bisa kita raih, asal kita mau. Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

“Semua umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, siapa sih yang enggan masuk surga? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Barangsiapa yang mentaatiku akan masuk surga. Dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku, maka ia telah
enggan. (HR. al-Bukhari).

Minggu, 18 September 2016

Apakah Nikmat Atau Adzab Kubur Itu Pada Badan Atau Ruh?




Seorang muslim wajib meyakini adanya nikmat atau adzab kubur, karena hal tersebut termasuk dalam kandungan beriman pada hari akhir. Ketika seorang  mayit ditanya oleh dua malaikat, kemudian dia berkata,“Saya tidak tahu”  maka dia akan dipukul dengan mirzabah dan di sana juga ada mayit yang menjawab dengan benar maka dibukakan pintu surga untuknya dan dilapangkan kuburnya.

Maka ini adalah nikmat atau adzab kubur, apakah hal ini ditimpakan kepada  badan atau pada ruh saja? Atau ruh bersama dengan badan?.

Kita  katakan:  Yang ma’ruf menurut Ahlussunnah wal Jama’ah bahwasanya  pada asalnya adzab itu ditimpakan atas ruh, sedangkan badan itu  sekedar mengikuti ruhnya saja. Sebagaimana adzab di dunia itu menimpa badan, dan ruhnya hanya mengikuti saja, sebagaimana hukum­hukum syar’iyyah di dunia  itu berlaku atas dzahirnya dan di akhirat itu sebaliknya.

Maka di alam kubur, adzab atau nikmat kubur itu terjadi kepada ruh akan  tetapi jasad itu terpengaruh dengannya dan mengikutinya, jadi tidak secara langsung. Dan terkadang adzab itu terjadi pada badan dan ruh itu mengikutinya, akan tetapi hal ini tidak terjadi kecuali jarang sekali.

Sesungguhnya pada asalnya adzab itu  terjadi pada ruhnya, dan badan sekedar  ikut. Demikian pula kenikmatan itu terjadi pada ruh dan badan cuma ikut saja. Al Qur’an dan As Sunnah telah menerangkan adanya nikmat dan adzab kubur, bahkan kita katakan ijma’ kaum muslimin. Diantara dalil adanya siksa dan nikmat kubur dalam Al Qur'an adalah :

“Keluarkanlah nyawa kalian! hari ini kalian akan dibalas dengan adzab yang menghinakan.”(QS. Al­An’am : 93).

“Orang­orang yang diwafatkan oleh malaikat dalam keadaan bagus mereka (para malaikat) berkata : keselamatan atas kalian dan masuklah ke dalam surga.”(QS. An­Nahl : 32).

Adapun dalam As­Sunnah yang menjelaskan tentang adzab kubur dan  kenikmatannya itu mutawatir. Rasulullah bersabda,“Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang diadzab, dan tidaklah mereka diadzab karena perkara yang berat untuk mereka tinggalkan. Adapun yang pertama, dia dahulu selalu berbuat namimah (adu domba) dan adapun yang kedua adalah dahulu tidak menjaga dirinya dari kencingnya.” (HR. Al­Bukhari Muslim).

Adapun dalam ijma’ maka setiap muslim akan berkata dalam shalat mereka :
“Aku  berlindung  kepada Allah ta'ala dari Adzab jahannam dan dari adzab  kubur.” Jika memang adzab kubur itu tidak ada, maka tidaklah benar kalau berlindung kepada Allah ta'ala darinya, karena berarti berlindung dengan sesuatu yang tidak ada. Maka ini menunjukkan bahwa mereka itu beriman  dengan adzab kubur. Wallahu a'lam.

Khilaf Tentang Penamaan Dua Malaikat Yang Bertanya di Dalam Kubur


Diantara petunjuk  Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam adalah  apabila mayit telah dikuburkan, Beliau berdiri di samping kuburannya dan berkata:

“Mohonkanlah ampunan untuk saudara kalian dan mintakanlah keteguhan untuknya karena dia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud dan Al­ Baihaqi).

Diriwayatkan dalam beberapa atsar, malaikat yang menanyai itu bernama  Munkar dan Nakir. “Apabila mayit telah dikubur atau Jika salah seorang  kalian dikubur maka ada dua malaikat yang mendatanginya yang keduanya  hitam kebiruan, diberi nama Munkar dan yang lainnya  bernama  Nakir.” (Hadits ini dishahihkan Al­Albani dalam Ash­Shahihah (1391)).

Sebagian ulama mengingkari dua nama tersebut, mereka berkata: Bagaimana mungkin dinamakan dengan nama Munkar dan Nakir, padahal mereka disifati oleh Allah dengan sifat­sifat pujian? dan juga karena hadits yang  menjelaskan demikian adalah hadits dha’if ?.

Sebagian lainnya berpendapat (bahwa nama keduanya adalah Munkar dan Nakir), berhujah dengan hadits tersebut. Sesungguhnya penamaan tersebut tidaklah berarti kedua malaikat tersebut munkar dari sisi dzatnya, akan tetapi mereka  disebut  munkar  dalam artian mayit tersebut tidak mengenali keduanya dan mayit tersebut tidak mengetahui keduanya sebelum itu, sebagaimana Ibrahim 'alaihissalam berkata kepada para tamunya dari kalangan malaikat:

“Sesungguhnya kalian adalah kaum yang munkar” (QS. AdzDzariat : 25).

Maksudnya, Ibrahim 'alaihissalam tidak mengenali mereka sebelum itu. Maka dua malaikat tersebut adalah Munkar dan Nakir karena keduanya itu tidak dikenali oleh mayit.

Kemudian, apakah dua malaikat tersebut adalah malaikat yang baru, yang  penghuni kubur diserahkan padanya atau malaikat yang dahulu mencatat amalan yang berada/duduk di kanan dan kirinya (ketika di dunia)?.

Di antara para ulama ada yang berkata: “Bahkan keduanya adalah malaikat  yang mengiringi seseorang. Sesungguhnya pada setiap orang itu ada dua  malaikat di dunia yang selalu mencatat amalannya dan di alam kubur keduanya akan bertanya kepada mayit tiga pertanyaan.”

Di antara mereka ada yang berkata: ”Bahkan keduanya adalah malaikat lain dan Allah ta'ala berfirman:
“Dan tidaklah ada yang mengetahui pasukan (malaikat) Rabbmu kecuali Dia.” (QS. Al­Muddatstsir : 31).

Dan malaikat adalah makhluk yang sangat banyak jumlahnya. Rasulullah bersabda:
“Sesungguhnya langit berteriak dan dia berhak untuk berteriak, tidaklah ada satu jengkal tempat di langit atau tempat seluas empat jari kecuali di sana ada malaikat yang shalat kepada Allah ta'ala dan atau sedang ruku’
dan sujud.” (HR. Ahmad (5/173), At­Tirmidzi (2312) dan Ibnu Majah (4190)  dan Al ­Hakim dalam Al­Mustadrak (2/510) dari Abu Dzar radhiyallahu'anhu dan dihasankan Al­Albani dalam Ash­Shahihah (1722)).

Dan langit itu sangat luas, sebagaimana firman-Nya:
“Dan langit telah kami bangun dengan kekuatan yang agung dan sungguh Kami telah meluaskannya.” (QS. Adz­Dzariyat : 47).

Yang jelas tidaklah aneh, manakala Allah ta'ala menciptakan bagi setiap  orang  dalam kuburnya dua orang malaikat yang diutus kepadanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Wallahu a'lam.

Jumat, 16 September 2016

Orang­-Orang Yang Tidak Mendapatkan Fitnah Kubur



Setiap manusia pasti akan merasakan mati. Dan setiap manusia akan ditanya di alam kuburnya oleh dua malaikat, kecuali orang-orang berikut ini :

1. Para Nabi
   Sesungguhnya para nabi lebih mulia dibandingkan syuhada dan sungguh para nabi itu telah mengkabarkan, bahwa para syuhada itu dilindungi dari fitnah kubur,“Cukuplah kilatan pedang di atas kepalanya itu sebagai
ujian/fitnah baginya.” (HR. An­ Nasa’i)

2. Para Shiddiqin
   Mereka tidak akan ditanya karena kedudukan mereka yang lebih tinggi dibandingkan kedudukan syuhada. Apabila syuhada saja tidak ditanya, maka shiddiqin lebih utama untuk tidak ditanya di alam kubur. Ada juga  ulama yang berpendapat bahwa mereka juga akan ditanya berdasarkan keumuman dalil.

3. Syuhada
   Adapun para syuhada yang terbunuh di jalan Allah, sesungguhnya mereka  tidak akan ditanya karena telah tampak kebenaran iman mereka dengan jihad  mereka.“Sesungguhnya Allah telah membeli dari kaum mukminin diri dan harta mereka dengan surga, mereka berperang di jalan Allah. Mereka membunuh dan mereka dibunuh.” (QS. At Taubah : 111).

4. Orang­Orang Yang Ribath
   Sesungguhnya mereka itu tidak akan difitnah atau diuji. Dalam Shahih Muslim, sesungguhnya Rasulullah bersabda,“Ribath (berjaga diperbatasan­pent) sehari semalam itu lebih baik dari pada berpuasa sambil melakukan shalat malam selama sebulan. Dan jika dia mati maka akan mengalir amalannya yang biasa dia kerjakan dan mengalir terus rizkinya dan akan aman dari fitnah kubur.” (HR. Muslim)

5. Anak Kecil Dan Orang Gila
   Sebagian ulama mengatakan mereka diuji karena termasuk dalam keumuman  dalil. Kalau telah hilang taklif (beban syariat) maka keadaan setelah  kematiannya itu berbeda dengan keadaan ketika hidup di dunia. Berkata  sebagian ulama, sesungguhnya anak kecil dan orang gila itu tidak ditanya, karena mereka itu tidak mukallaf.

Itulah 5 orang yang tidak akan ditanya di alam liburnya. Semoga kita semua selamat dari fitnah dan azab kubur. Wallahua'lam bishshawab.

Fitnah Yang Beratnya Hampir Sama Dengan Dajjal




Fitnah di sini bermakna  ujian. Yang  dimaksud dengan fitnah kubur adalah  apabila  selesai dikubur akan diajukan kepada  mayit  pertanyaan­ pertanyaan  berupa pertanyaan  tentang  Rabbnya,  agamanya  dan nabinya. Sesungguhnya Ahlussunnah  wal Jamaah  beriman  kepada fitnah kubur karena  Al­Qur`an  dan As­Sunnah telah menerangkan demikian. Adapun di dalam Al­ Quran, Allah telah berfirman:

“Allah akan meneguhkan orang­orang yang beriman dengan perkataan yang kokoh tersebut di kehidupan dunia dan akhirat.” (QS. Ibrahim : 27).

Sesungguhnya ayat ini menjelaskan masalah fitnah kubur sebagaimana telah tsabit dalam Ash­Shahihain dan lainnya dari hadits Al­Bara' bin ‘Azib. Adapun dalam As­Sunnah sungguh telah banyak riwayat yang menjelaskan  bahwa  manusia itu akan ditanya dalam kuburnya yakni fitnah yang  sebagaimana  sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:

“Sesungguhnya telah diwahyukan kepadaku bahwasanya kalian itu akan difitnah (ditanya) di kubur kalian seperti (hampir sama)dengan fitnah Dajjal.” (HR. Al­Bukhari dan Muslim dari Asma bintu Abi Bakr).

Dan fitnah Dajjal adalah sebesar­besar fitnah sejak Allah menciptakan Adam hingga hari kiamat, sebagaimana dalam Shahih Muslim dari ‘Imran bin Husain berkata:

“Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata,”Tidaklah ada antara penciptaan Adam hingga hari kiamat sebuah kejadian yang lebih besar dibandingkan fitnah Dajjal”(HR. Muslim).

Akan tetapi Nabi shallallahu'alaihi wasallam bersabda kepada para shahabatnya bahkan kepada umatnya: “Kalau Dajjal keluar dan saya masih ada di tengah-­tengah kalian maka saya yang akan membela kalian (melawan Dajjal). Dan jika dia keluar sementara saya tidak ada di tengah­tengah kalian maka setiap orang mesti membela dirinya sendiri. Dan Allah adalah penggantiku (yang membela) atas setiap muslim.”(HR. Muslim dari Nawwas bin Sam’an radhiyallahu'anhu).

“Sesungguhnya kalian akan difitnah di kubur-­kubur kalian seperti atau hampir sama dengan fitnah Dajjal “(HR. Al­Bukhari Muslim).

Betapa besarnya fitnah kubur tersebut, karena manusia di sana akan mendapati pertanyaan yang tidak mungkin bisa menjawabnya kecuali kalau berada di atas pondasi yang sangat kokoh berupa akidah dan amal shaleh.